Langsung ke konten utama

Postingan

Misa Langka di Pontianak 28 Agustus 2014

Hari Kamis, 28 Agustus 2014 pertama kali dalam hidup saya mengikuti misa (perayaan ekaristi kudus) yang langka. Ya, langka, karena seumur hidup saya yang sudah 44 tahu, baru inilah bisa mengikuti misa yang sangat langka dalam gereja Katolik.    Mgr.Agus menerima pallium dari Paus Fransiskus Inilah misa pengukuhan Mgr. Agustinus Agus Pr, sebagai Uskup Agung Pontianak. Misa dipimpin oleh Mgr.Bumbun.  Inti dari misa pengukuhan ini adalah pembacaan surat penunjukkan Mgr. Agus dari Paus Fransiskus sebagaiu Uskup Agung Pontianak oleh Dubes Vatikan. Surat itu kemudian diserahkan kepada Mgr. Agus. Selanjutnya diserahkan tongkat gembala yang baru kepada Mgr.Agus. Acara dilanjutkan dengan ritual misa seperti biasa. Selesai ada sejumlah sambutan dan ditutup dengan makan siang bersama. Dalam khotbahnya Mgr.Bumbun, dengan menceritakan kisah ayah dan anak penunggang keledai yang tidak punya pendirian, selalu ikut perkataan orang, uskup putra Dayak Mualang ini berpesan agar Mgr...

Agustusan Jogya-Bedono...

"Tuhan terlalu cepat semua Kau panggil satu satunya yang tersisa Proklamator tercinta Jujur lugu dan bijaksana Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa Rakyat Indonesia.... Bait awal lagu "Hatta' dari Iwan Fals yang dinyanyikan dua orang pengamen di dalam bis Ramayana di terminal Jombor, Jogya pagi itu membangunkanku dari lamunan. Saya baru ingat, hari Minggu ini adalah 17 Agustus, peringatan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Tidak ada hiruk pikuk agustusan di terminal antar kota yang menghubungkan kota-kota di Jawa ke Jogyakarta pagi itu. Saya beruntung, inilah kali pertama bisa merasakan nuansa hari kemerdekaan di tanah Jawa. Hari ini saya ingin mengunjungi anak kami Raja yang baru sebulan sekolah di SMA Sedes dan tinggal di asrama. Saya naik bis patas Ramayana dari terminal Jombor. Tepat pukul 06.25 bis Patas "Ramayana" berangkat menuju Semarang. Hanya setengah saja penumpangnya karena (mungkin hari libur). Saya memilih kursi persis d...

Memperkokoh “Jantung” Credit Union

Pengalaman membuktikan bahwa kebangkrutan dan kesuksesan sebuat credit union dan koperasi umumnya, sangat tergantung dengan komitmen, mentalitas, moralitas dan kinerja para pengurusnya. Sebagian besar credit union (CU) yang kolaps atau ada tapi tiada aktivitasnya, adalah karena konflik diantara para pengurus, pengurus tidak punya kapasitas atau moralitas/metalitas yang buruk. Pengurus seperti ini umumnya hanya menjadikan koperasi (CU) kedok atau alat untuk mencapai kepentingan tertentu. Peserta CUDCC 1-5 juli 2014, Jogya Menyadari vitalnya peran pengurus, ibarat jantung dalam tubuh manusia yang memompakan darah segar ke seluruh tubuh, maka Puskopdit BKCU Kalimantan memberikan perhatian yang besar bagi peningkatan kapasitas para pengurus CU. Setiap tahun dua kali dilaksanakan “pendidikan dasar” untuk Pengurus atau pun calon pengurus CU primer anggota BKCUK dalam “Credit Union Directors Comptency Course” (CUDCC). M “Pengurus CU haruslah mempunyai moralitas yang baik, bekerja t...

Berguru ke SMA Sedes, Bedono…

Bagi setiap orang tua anak adalah segala-galanya: sumber motivasi, inspirasi, spirit sekaligus investasi terbaik. Kita pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak, kita pasti ingin membekali fondasi intelektual dan emosional-spiritual yang maksimal untuk anak. Tentu selain keluarga dan masyarakat, maka pendidikan memegang peran penting untuk itu. Raja di bandara Soeta, transit ke Pnk-Semarang Gampang-gampang sulit mencari sekolah yang menyeimbangkan antara pendidikan intelektual dan emosional-spiritual. Setelah mencari dari beragam sumber informasi, baik langsung maupun melalui media cetak dan elektronik, saya dan isteri, menemukan sekolah seperti ini, yakni SMA Sedes Sapientiae (baca: sedes sapiensi). Meski lokasinya juah dan secara pembiayaan cukup besar, demi masa depan anak, kami memutuskan menyekolah anak kami yang sulung, Paulus Raja Nanga Petebang (15 tahun) ke sini. Disalin dari portal SMA Sedes ( www.sedesbedono.sch.id ) serta penjelasan pihak sekolah dalam acar...