Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2011

Prof. Thamrin Penuhi Hukum Adat Dayak

Prof . Dr . Thamrin Amal Tamagola akhirnya minta ampun dan maaf di hadapan Sidang Adat Dayak Maniring Tuntang Manetes Hinting Bunu yang digelar di dalam ruangan Betang Tingang Nganderang (Betang Mandala Wisata) Jalan Sudirman Palangka Raya, Kalteng, kemarin (22/1). Sidang dipimpin oleh tujuh orang Majelis Sidang adat dari Kalimanatan Tengah, Kalimantan Barat,  Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Dayak, atas pernyataan saya yang menghina, menistakan, dan melecehkan Suku Dayak di Indonesia. Dan dengan tulus ikhlas, saya akan menerima dan menyanggupi semua keputusan dari majelis sidang adat,” kata Prof Thamrin dengan penuh penyesalan. Pernyataan maaf itu disampaikan pada persidangan adat yang disaksikan langsung oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Tamanggung Bajela Bulau Agustin Teras Narang SH, para tokoh-tokoh adat se-Kalimantan, unsur Muspida Kalteng, media lokal dan nasional, serta ratusan masyarakat yang berada di...

Tragedi Sang Profesor itu........

Semula mungkin sangat sedikit orang Dayak di Indonesia yang membaca rubric Entertainment pada portal www.kompas.com yang diupload pada tanggal 30 Desember 2010 pukul 14.05 WIB tersebut. Maklum saja sebagian besar masyarakat Dayak masih merayakan Natal, banyak diantaranya pulang kampung sehingga tidak mengakses internet--meski kini internet sudah bisa diakses di kampung-kampung melalui handphone. Hanya beberapa orang yang membaca berita kompas.com yang diambil dari portal www.tribunjabar.com--grup kompas.com itu. Judulnya biasanya saja: "Sosiolog: Sebagian Masyarakat Anggap Biasa Video "Ariel". Lanjutan beritanya sebagai berikut: Sosiolog Universitas Indonesia, Prof. Dr. Tamrin Amal Tamagola, mengatakan bahwa video porno dengan pemeran mirip Ariel tidak meresahkan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Menurutnya, sebagian masyarakat Indonesia menganggap hal itu biasa. "Di Indonesia itu ada 653 suku bangsa. Sebagiannya menganggap biasa," kata Tamrin seusai menjadi...